“Aku hanya bertanya,” kata Chie. Bokepindo Di dalam saja!” Mama Chie memanggilku masuk. Kurasakan otot-ototku menegang dalam kenikmatan yang kurasakan. Kurasakan otot-ototku menegang dalam kenikmatan yang kurasakan. Kurangkul dia dan kubiarkan air mataku membasahi bahunya.PenutupJay menyukai Chie. Yah, aku sudah merasa cukup senang dengan kehidupanku sekarang tanpa harus terbebani kuliah seperti orang-orang kebanyakan yang lebih memuja akademik daripada skill.“Halo?”
“Ray?”
“Oh, Chie. Aku butuh penjelasan.”
“Sayang, emosimu membuyarkan penjelasanku waktu itu.”
“Maaf,” desahku, bahkan kini aku pun tak mampu memandangnya. Kurasakan otot-ototku menegang dalam kenikmatan yang kurasakan. “Aku merindukan saat-saat ini.”
Kulihat Jay tersenyum dan memejamkan matanya. Kaki-kaki Chie mulai melingkari pinggulku yang bergerak-gerak menekan. Keperawanan itu datang dari hati, bukan dari sekedar selaput dara ataupun yang biasa disebut orang-orang darah malam pengantin.”
Kunyalakan batang rokok di sudut bibirku. Tertawa paling pahit yang pernah kudengar dari mulutku.Chie, sekarang sudah menjadi istri pengusaha kaya raya, dan bule. Jay memandang mataku, dan melengos ke arah lain.